

Sahabat Insurance Mendapatkan Fitch Rating ‘A(idn)’
akarta, 12 Maret 2026 – Fitch Ratings Indonesia memberikan National Insurer Financial Strength (IFS) Rating ‘A(idn)’ dengan Outlook Stabil kepada PT Asuransi Sahabat Artha Proteksi (Sahabat Insurance).
Peringkat ini mencerminkan profil perusahaan yang dinilai “Moderate” serta profitabilitas yang stabil, meskipun diimbangi oleh rasio permodalan berbasis risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan asuransi sejenis. Penilaian ini juga mempertimbangkan pendekatan investasi yang konservatif serta dukungan reasuransi domestik.
Dalam skala nasional, peringkat National IFS ‘A’ menunjukkan kapasitas yang kuat bagi perusahaan untuk memenuhi kewajiban kepada pemegang polis dibandingkan dengan kewajiban atau penerbit lainnya di negara atau kawasan moneter yang sama, lintas berbagai industri dan jenis kewajiban.
Faktor Utama Penentu Peringkat (Key Rating Drivers)
Profil Perusahaan “Moderate”
Fitch menilai profil Sahabat Insurance berdasarkan profil bisnis “Moderate” dan tata kelola perusahaan “Neutral” dibandingkan perusahaan asuransi domestik lainnya.
Perusahaan ini didirikan pada tahun 1996, kemudian dikenal sebagai PT Bess Central Insurance sejak 2011, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Sahabat Insurance pada tahun 2020.
Pangsa pasar Sahabat Insurance masih relatif kecil, dengan sekitar 0,5% dari total premi bruto (Gross Premium Written/GPW) industri asuransi umum di Indonesia pada tahun 2024.
Lini bisnis utama Sahabat Insurance meliputi asuransi kendaraan bermotor sebesar 76% dari total GPW pada 2025 serta asuransi properti sebesar 10%.
Sebagian besar bisnis diperoleh melalui perusahaan pembiayaan atau leasing sebesar 66%, diikuti oleh broker sebesar 13% serta kanal langsung atau direct channel sebesar 13%.
Rasio Permodalan Regulasi Lebih Rendah
Rasio Risk-Based Capital (RBC) Sahabat Insurance menurun menjadi 188% pada akhir 2025 dibandingkan 203% pada akhir 2024. Penurunan ini dipicu oleh peningkatan cadangan premi seiring pertumbuhan premi.
Rasio tersebut berada di bawah rata-rata industri yang umumnya berada di atas 300%.
Namun demikian, modal ekuitas meningkat menjadi Rp345 miliar dari Rp296 miliar yang didorong oleh pertumbuhan surplus.
Fitch memperkirakan penerapan PSAK 117 yang merupakan standar akuntansi baru setara dengan IFRS 17 akan menurunkan nilai ekuitas. Meski demikian, modal perusahaan diperkirakan tetap berada di atas persyaratan minimum ekuitas baru sebesar Rp250 miliar pada tahun 2026.
Kinerja Operasional Stabil
Kinerja operasional Sahabat Insurance tercatat stabil dalam tiga tahun terakhir.
Perusahaan mencatat pertumbuhan premi bruto sebesar 7% pada tahun 2025 setelah sebelumnya mengalami penurunan 8% pada tahun 2024. Meski demikian, perusahaan berhasil mempertahankan laba underwriting selama setidaknya tiga tahun terakhir.
Rasio gabungan (combined ratio) meningkat sedikit menjadi 96% pada tahun 2025 dari 93% pada tahun 2024, terutama akibat peningkatan cadangan premi yang berasal dari pertumbuhan premi di lini kendaraan bermotor dan kebakaran.
Rata-rata combined ratio selama tiga tahun terakhir pada periode 2023 hingga 2025 berada di 94%.
Laba bersih meningkat menjadi Rp48 miliar pada tahun 2025 dari Rp38 miliar pada tahun 2024 yang didorong oleh peningkatan pendapatan investasi setelah perubahan komposisi portofolio investasi.
Return on Equity (ROE) juga meningkat menjadi 15% pada tahun 2025 dibandingkan 14% pada tahun 2024 yang tergolong tinggi dibandingkan perusahaan sejenis dengan rata-rata tiga tahun sebesar 14% pada periode 2023 hingga 2025.
Portofolio Investasi Konservatif
Portofolio investasi Sahabat Insurance dinilai konservatif dan likuid.
Komposisi investasi terdiri dari kas dan deposito berjangka sekitar 74% dari total aset investasi, surat berharga pendapatan tetap sebesar 25%, serta porsi kecil pada saham.
Instrumen pendapatan tetap tersebut seluruhnya merupakan obligasi pemerintah setelah perusahaan mengalihkan alokasi investasi dari reksa dana pada tahun 2025.
Eksposur terhadap aset berisiko tetap dijaga pada tingkat yang terkendali dibandingkan dengan modal ekuitas perusahaan.
Reasuransi Didominasi Perusahaan Domestik
Sahabat Insurance menyalurkan sebagian premi melalui perjanjian reasuransi proporsional, non-proporsional, serta excess-of-loss untuk memitigasi risiko bencana.
Perjanjian reasuransi tersebut sebagian besar dilakukan dengan perusahaan reasuransi domestik.
Eksposur terhadap piutang reasuransi relatif rendah dibandingkan perusahaan sejenis yaitu sebesar 37% dari basis modal pada akhir 2025.
Sementara itu rasio retensi premi yaitu perbandingan net premiums written terhadap GPW tergolong tinggi sebesar 81% pada tahun 2025 dibandingkan 85% pada tahun 2024 karena perusahaan mempertahankan sebagian besar premi dari bisnis asuransi kendaraan bermotor.
Sensitivitas Peringkat (Rating Sensitivities)
Faktor yang dapat menyebabkan penurunan peringkat antara lain penurunan tingkat permodalan dengan rasio Risk-Based Capital secara konsisten berada di bawah 180% serta penurunan kinerja keuangan dengan combined ratio melebihi 105%.
Faktor yang dapat mendorong kenaikan peringkat antara lain penguatan permodalan dengan rasio Risk-Based Capital secara konsisten berada di atas 250% serta peningkatan profil perusahaan secara berkelanjutan termasuk pangsa pasar yang lebih besar dan diversifikasi lini bisnis.
Tanggal Komite Penilaian
4 Maret 2026
Referensi Sumber Informasi



